Monday, April 8, 2013

ASKEP CA MAMAE


                                                                   ASKEP CA MAMAE

A.    Pengertian

Ca mamae adalah suatu penyakit seluler yang dapat timbul dari jaringan payudara dengan manifestsi yang mengakibatkan kegagalan unutk mengontrol proliferasi dan maturasi sel.          
(  brunner and suddarth, 2002 )
Ca mamae adalah suatu penyakit yang menggambarkan gangguan pertumbuhan seluler dan merupakan kelompok penyakit, bukan penyakit tunggal
( Tucker dkk, 1998)

B.     Etilogi
Ca mamae dapat terjadi karena
1.      factor genetic
2.      hormonal
3.      daya tahan tubuh
4.      lingkungan
Perubahan genetic termasuk perubahan atau mutasi gen hormonal dan pengaruh protein baik yang menekan atau meningkatkan perkembangan kangker payudara. Dua hormon ovarium yaitu estrogen dan progesterone mengalami perubahan dalam lingkungan seluler yang dapat mempengaruhi dalam faktor pertumbuhan bagi kanker payudara
Factor resiko meliputi
1.      Riwayat pribadi tentang Ca mamae
2.      Anak perempuan dan saudara perempuan dan wanita dengan ca mamae
3.      Menarche terlalu dini
4.      Nulipara dan usia maternal lanjut saat kelahiran anak pertama
5.      Menopause pada usia lanjut
6.       Riwayat penyakt payudara jinak
7.      Pemajanan terhadap radiasi ionisasi setelah masa pubertas dan sebelum usia 30 tahun beresiko 2 kal lipat
8.      Obesitas
9.      Kontrasepsi oral
10.  Terapi penggantian hormon
11.  Penggunaan alkohol            
(Arif Mansjoer, 2002)

C.    Manifestasi klinik
1.      Benjolan payudara yang dapat di raba
2.      Adanya lesi pada payudara dengan ulserasi dan berjamur
3.      Retraksi putting susu
4.      Nyeri pada payudara
(Arif Mansjoer, 2002)
D.    Patofisiologi
Bukti yang terus bermunculan menunjukkan bahwa adanya perubahan genetic berkaitan dengan kanker payudara namun apa yang menyebabkan genetic masih belum di ketahui
Meskipun belum ada penyebab spesifik kanker payudara yang di ketahui namun  bisa diidentifkasi melalui beberapa factor resiko, factor ini penting dalam membantu mengembangkan program pencegahan. Hal yang selalu harus di ingat adalah bahw 60 %  yang di diagnosa kanker payudara tidak mempunyai factor resiko yang teridentifikas kecuali lingkungan hormonal mereka
Di masa kehidupan, wanita di anggap beresiko untuk mengalami kanker payudara, namun mengidentifikasi factor resiko merupakan cara untuk mengidentifikasi wanita yang mungkin di untungkan dari kelangsungan hidup yang harus meningkat dan pengobatan dini
(Price,A Sylvia.1999)
E.     Penatalaksanaan
Pembedahan untuk pengangkatan payudara
1.      Mastektomi
2.      Bedah dengan penyelamatan payudara
3.      Terapi radiasi
Pengobatan
1.      Kemoterapi
2.      Terapi hormonal

F.     Pengkajian fokus
1.      Slaging ( penentuan stadium kanker) sebagai panduan pengobatan dan untuk menentukan prognosis kanker payudara.
a.       Stadium 0: kanker insitu
b.      Stadium 1: tumor dengan garis tengah 2-5 cm dan belum menyebar ke payudara.
c.       Stadium 11A dan 11B: tumor dengan garis tengah lebih besar dari 5cm dan belum menyebar ke kelenjar getah bening ketiak.
d.       Stadium 111A: tumor dengan garis tengah kurang dari 5cm dan sudah menyebar kekelenjar getah bening ketiak disertai perlengketan satu sama lain.
e.       Stadium 111B: tumor telah menyusup keluar payudara yaitu kedalam kulit payudara atau ke dinding dada atau telah menyebar kekenjar getah bening didalam dinding dada dan tulang dada.
f.       Stadium 1V: tumor telah menyebar keluar payudara dan dinding dada misalnya ke hati dan tulang.
2.      Riwayat Kesehatan
Kaji faktor penyebab dan masalah kesehatan
3.      perubahan pola fungsi
pola aktifitas dan istirahat, hubungan dengan orang lain, persepsi diri dan konsep diri, mekanisme koping.
4.      pemeriksaan fisik
keadaan umum, ttv, alergi pada obat tertentu
5.      pemriksaan penunjang
pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan EKG, obat-obatan, dan diit.

G.    Pathways






























H.    Diagnosa keperawatan
1)      Ketakutan atau ansietas berhubungan dengan krisis situasi
2)      Berduka antisipasi berhubungan dengan kehilangan bagian tubuh
3)      Nyeri berhubungan denagan proses penyakit
(Carpenito.LJ,2001)
I.       Perencanaan Keperawatan
1)      Ketakutan atau ansieats berhubungan dengan krisis situasi

Tujuan

Penurunan stress, emosional dan ansietas

Kriteria hasil

 Bekurangn rasa takut
Tampak rileks
Ansietas berkurang

Intervensi

Tinjau ulang pengalaman pasien atau orang terdekat sebelum dengan kanker
Dorong pasien untuk mengungkapkan perasaan
Pertahankan kontak sering dengan pasien
Berikan informasi akurat konsisten, mengenal prognosis

2)      Berduka antisipasi berhubungan dengan kehilangan bagian tubuh

Tujuan

Adaptasi realistis terhadap perubahan yang akan terjadi

Kriteria hasil

Mengungkapkan perasaan dalam berduka
Melanjutkan aktivitas kehidupan noramal, merencanakan masa depan
Mengidentifikasi dan mengekspresikan perasaan dengan tepat

Intervensi

Perkiraan syok awal dan ketidaknyamanan setelah diagnosis knker atau prosedur yang menimbulkan trauma
Kaji pasien atau orang terdekat terhadap berduka
Sadari depresi yang melemahkan, tanyakan ke pasien tentang status pikiran
3)      Nyeri berhubungan denagan proses penyakit

Tujuan

Tidak ada nyeri dan rasa tidak nyaman

Kriteria hasil

Melaporkan kehilangan nyeri maksimal atau kontrol dengah pengaruh maksimal
Mengikuti aturan farmakologis yang ditentukan
Mendemonstrasikan penggunaan relaksasi dan aktivitas hiburan

Intervensi

Evaluasi atau sadari terapi tertentu
Berikan tindakan kenyamanan dasar
Dorong penggunaan ketramplan management nyeri
Evaluasi penghilangan nyeri
(Doengoes.E Marylin,2000)




















Daftar pustaka


1.      Brunner and suddarth, (2002). keperawatan medikal bedah, vol.2. Jakarta, EGC
2.      Carpenito L.J, (2001). Buku saku diagnosa keperawatan, Jakarta. EGC
3.      Doengos,E.Marylin, (2000). Rencana asuhan keperawatan, Jakarta. EGC
4.      Tucker,Cannobio,paquette,wells, (1999). Standar perawatan pasien, proses keperawatan, diagnosa dan evaluasi, edisi v, penerbit buku kedokteran, Jakarta. EGC
5.      Price A Sylvia, (1999). Patofisiologi konsep klinis  proses penyakit. Jakarta. EGC